Fakultas Ekonomi UTU Hadirkan Pakar Pada Bincang Fisikal dan Laporan Perekonomian Aceh Triwulan III
  • Fakultas Ekonomi
  • 15. 11. 2021
  • 0
  • 269

Banda Aceh- Kinerja perekonomian Indonesia era Covid19 memang memiliki dampak yang besar, bahkan hal tersebut dirasakan sampai ke tingkat daerah di seluruh Indonesia.

Menyikapi hal tersebut banyak stimulus berupa penyusunan kebijakan demi kebijakan dilakukan. Kendati demikian, para ekonomi dari akademisi, steakholder, maupun pemerintah terus melakukan upaya guna mengembalikan kinerja perekonomian ke level lebih baik.

Guna untuk mencapai kesepemahaman dan kerjasama dibidang masing-masing dilakukan Bincang Fisikan oleh Direktorat Jendral Pajak dan Bank Indonesia lewat Analisis Variabel Makroekonomi (macroprudential) untuk November 2021 yang merupakan Triwulan (III) dalam kalender perekonomian. (15/11/2021)

Pada bincang tersebut, Bank Indonesia Melalui Ketua Tim Perumusan Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah untuk wilayah kerja Provinsi Aceh, menyebutkan “Inflasi Provinsi Aceh secara historis selalu berada di atas inflasi nasional, namun demikian inflasi Aceh memiliki tren penurunan. Pada kurun waktu 2018-2019 inflasi berada di bawah nasional. Komoditas bahan makanan masih menjadi penyumbang utama inflasi di Aceh, yang diantaranya adalah komoditas minyak, ikan tongkol, cabai merah, cumi-cumi, dan bawang merah”. Tak hanya sampai disitu saja pun, DJPb Provinsi Aceh menyebutkan “Indikator Makroekonomi bahwa, Triwulan III perekonomian Aceh tumbuh sebesar 2,82 persen (years on years)” dan dilanjutkan bahwa Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor Transportasi dan Pergudangan (tumbuh sebesar 17,07 persen.

Pertumbuhan tanpa migas lebih rendah disebabkan oleh pertumbuhan sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang tumbuh negatif sebesar 3,25 persen.  Berdasarkan pengeluaran kontributor terbesar yaitu konsumsi rumah tangga (56,70 persen) diikuti oleh PMTB (34,65 persen) dan Belanja Pemerintah (20,56%) Berdasarkan lapangan usaha yaitu sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (29,84 persen) diikuti sektor Perdagangan dan Reparasi (13,81 persen) dan Konstruksi (9,89 persen). Selanjutnya juga disampaikan oleh BI hasil sentimen pasar lewat survey kepuasan konsumen di masa Covid19 ini terus mengalami perbaikan (sentimen positif).

Bincang Fisikal ini dihadiri oleh berbagai instansi dan lembaga, salah satu dari banyak akademi yang hadir yakni Fakultas Ekonomi Universitas Teuku Umar yakni Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, S.E., MBA dan Prof. Dr. T. Zulham, S.E., M.Si

Dari paparan tersebut, terlihat DJPb menyampaikan manfaat dari Kajian Fisikal Regional yang diharapkan mampu memberikan nilai lebih untuk memudahkan masyarakat luas dalam mengetahui kinerja perekonomian nasional dan regional khususnya. Mulai dari Analisis Ekonomi Regional, Analisis Fisikal Regional, Analisis Tematik, serta adanya kesimpulan dan rekomendasi dalam kinerja perekonomian di daerah.

Lainnya :