Dosen dan Insan Dikti Ikuti Webinar Pengenalan Kedaireka Academy
  • UTU News
  • 01. 08. 2021
  • 0
  • 1507

MEULABOH, UTU – Sivitas akademika Universitas Teuku Umar (UTU) bersama insan Dikti secara nasional mengikuti webinar ‘Cloud Fundamental dan Pengenalan Kelas Kedaireka X Amazon Web Services (AWS)’ secara virtual, Sabtu, 31 Juli 2021. Webinar berlangsung sangat antusias dan tanya jawab  peserta bersama narasumber.

Webinar yang diselenggarakan Tim Kerja Akselerasi Kampus Merdeka merupakan tindak lanjut penyelenggaraan program pelatihan di kedaireka academy, dengan tujuan untuk memberikan gambaran kepada insan dikti mengenai cloud fundamental dan implementasinya pada Perguruan Tinggi (PT), agar insan Dikti bisa menjadi seorang pendidik dengan ‘mindset’ wirausaha (edupreneurship).

Narasumber adalah Prof. Nizam (Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi), Paristiyanti Nurwardani (Sekretaris Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi), Bimo Yuwono Arie Prabowo (Education & NPO Account Lead Indonesia Amazon Web Services), Furin Ongko (Program Manager AWS Educate), dan Fakhrudin Sukarno (Business Development Lead Public Sector, AWS Global Training Delivery).

Prof. Nizam antara lain menyampaikan, kedaireka telah hadir hampir setehun, yang dibangun dalam satu ekosistem untuk berbagi antara  dunia kerja dengan perguruan tinggi, dunia profesi serta berkolaborasi dalam pendidikan, penelitian dan dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Kedaireka itu kita jadikan sebagai flatform untuk saling bersinergi, berbagi pengetahuan, pengalaman dan ilmu antara praktisi dengan dunia kampus dan dengan komunitas  masyarakat.” Kedaireka academy sebagai salah satu flatform sebagai tempat untuk berbagi dan sharing dengan teman-teman pelaku industri maupun dari pemerintah multi sektoral dengan dunia kampus, ujarnya.

Menurut Prof. Nizam, salah satu program kedaireka academy ini adalah cloud computing, aplikasi teknologi yang belum semuanya dapat memahami. “Saat ini kita sedang melakukan berbagai program kampus merdeka untuk memberikan muatan pembekalan dan peningkatan kompetensi mahasiswa dengan berbagai bidang pelatihan termasuk di dalamnya cloud computing, cloud fundamental dan lain-lain dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan.

Bimo Yuwono mengatakan, untuk bisa mengakomodir perkembangan teknologi saat ini harus bisa memberikan pembekalan yang cukup kepada insan Dikti. Dalam webinar ini, penyelenggara ingin membantu memberikan pengetahuan tentang cloud. Ada beberapa flatform melalui kedaireka ini, untuk bahan ngajar”.

Bimo menegaskan, cloud sebenarnya tidak melulu dominasi informasi teknologi, tapi bisa lebih luas lagi. Misalnya, kedokteran bisa juga menggunakan teknologi cloud, agrikultur juga bisa menggunakan cloud untuk melakukan riset. “Saat ini kita membahas cloud fundamental untuk bisa berkonstribusi di perguruan tinggi, sehingga bisa berguna bagi insan Dikti. Untuk itu, insan Dikti  harus berkolaborasi dengan institusi perguruan tinggi.

Furin Ongko mengatakan, cloud computing itu punya banyak karakteristik, sedangkan Amazon Web Services (AWS) itu sebagai penyedianya. AWS ini sudah dikenal sebagai cloud leader selama 10 tahun berturut-turut. “Pelatihan ini tujuannya, berupaya agar mahasiswa itu bisa mendapatkan pekerjaan secara mandiri setelah menjadi sarjana”

Cloud itu pada intinya adalah digital yang dapat menyimpan semua file. Saat kita menyimpan file di cloud berarti menyimpan secara online. Pada dasarnya cloud adalah sebuah perumpamaan dari internet itu sendiri.  Cloud computing adalah sebuah proses pengolahan sistim daya komputasi  melalui jaringan internet yang menghubungkan antara satu perangkat computer dengan computer lain dalam waktu yang sama.(***)

 

Lainnya :