BEM FE UTU Salurkan Bantuan Banjir Aceh Timur
  • Fakultas Ekonomi
  • 17. 01. 2022
  • 0
  • 1010

Tingginya intensitas curah hujan beberapa waktu lalu di Aceh membuat beberapa wilayah terdampak banjir dan merendam berbagai lokasi perumahan, baik yang berdekatan dengan daerah aliran sungai (DAS) maupun dataran rendah lainnya. Tak hanya itu, banjir ini mengakibatkan beberapa perkebunan dan pertanian terancam gagal panen. Adanya luapan ini merupakan sebagai tanda dan indikator penting dalam melihat pelbagai masalah lingkungan, salah satunya pengurangan jumlah luas hutan dan pengeringan rawa gambut, sehingga curah hujan yang tinggi tak dapat ditahan oleh beberapa kawasan terutama yang ada didataran yang di atasnya, jika ditinjau dari fungsi seperti gambut yang dikeringkan mengakibatkan naiknya CO dan dilepaskan di udara dan menaikkan panas permukaan bumi, dan hal ini biasa disebut sebagai global warming yang bagian penting dari dampak climate change. Menarik untuk dikaji dalam hal ini, sebab adanya keberlanjutan lingkungan dan keberlanjutan kesejahteraan manusia dimasa mendatang. Hal ini seperti dibahas dalam agenda CPO26 beberapa waktu lalu, dan menjadi fokus dalam TPB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) atau SDG’s yang dibahas secara global. Adapun indikator 13 dan 15 membahas terkait climate change dan konservasi. Adanya luapan air ini yang mengakibatkan banjir ini, tak hanya berdampak pada daerah hulu, akan tetapi juga mempengaruhi daerah hilir seperti kawasan pesisir yang akan menenggelamkan beberapa wilayah dan hilangnya pulau-pulau kecil, yang diperparah dengan naikknya permukaan air laut. Sebenarnya akar masalahnya adalah terdapat pada kesejahteraan dan lapangan kerja. hal ini serupa dalam banyak kajian dengan pendekatan teoritis kurva Kuznet.

Badan Eksekutif Mahasiwa Fakultas Ekonomi (BEM FE) Universitas Teuku Umar (UTU) menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Aceh Timur (8/01/2022).

Muhammad Fauzan Khairy selaku koordinator mengatakan, pihaknya memberikan bantuan kepada masyarakat Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur yang terkena musibah banjir. Bantuan yang diberikan berupa sembako dan pakaian layak pakai, yang merupakan sumbangan masyarakat Aceh Barat. Dalam teknis penggalangan, kegiatan dilakukan selama 3 hari oleh mahasiswa FE UTU, dengan di koordinasi oleh masing-masing himpunan. Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMMA) dan Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) membagi wilayah guna mendapatkan sumbangan lebih banyak dari masyarakat yang memberi secara sukarela. Sementara itu untuk pendistribusian BEM FE UTU di dampingi oleh Himpunan Mahasiswa setempat dan turut pula bekerjasama dengan Kampus  Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA), Universitas Malikussaleh (UNIMAL), Sekolah Tinggi Ekonomi Sabang (STIES) yang bersama-sama menuju lokasi.

Kecamatan Indra Makmu ini sendiri, yang berjarak kurang lebih 500Km dari pusat Kota Banda Aceh. Kehadiran tim dalam mendistribusikan bantuan disambut baik oleh masyarakat dan unsur Muspika yang hadir di sana dan mengucapkan banyak terima kasih pada masyarakat Aceh Barat dan khususnya pada mahasiswa yang susah payah telah datang menjenguk para korban banjir.

BEM FE juga sangat berterima kasih kepada para sukarelawan yang telah banyak membantu dalam menyukseskan penggalanan dana hingga bisa diserahkan langsung pada para korban yang terdampak di lokasi.

Sebagai koordinator Fauzan mengucapakan terima kasih secara pribadi “Saya selaku Kordinator mengucapkan rasa syukur yang sangat besar kepada Allah SWT yang telah memberikan tenaga untuk membantu saudara sesama yang terkena musibah dan saya juga berterima kasih kepada teman-teman, saudara-saudara yang ikut membantu  niat baik ini dengan secara sukarela hingga tersalurkan ke lokasi musibah” tutupnya

 

Lainnya :